perbedaan rebreathing dan non rebreathing

Menjelaskan Rebreathing dan Non Rebreathing

Rebreathing dan non rebreathing mempunyai peranan penting di dalam dunia medis, keduanya digunakan untuk mengendalikan terapi oksigen. Teknik ini sangat penting untuk pasien yang memiliki masalah pernafasan, seperti pasien COVID-19. Walau kedua teknik ini digunakan untuk terapi oksigen, namun terdapat perbedaan yang cukup signifikan di antara keduanya.

Perbedaan di Antara Rebreathing dan Non Rebreathing

Rebreathing dan non rebreathing adalah dua teknik terapi oksigen yang berbeda. Perbedaan paling utama antara keduanya adalah:

Perbedaan Rebreathing Non Rebreathing
Definisi Terapi oksigen dimana pasien menghirup kembali udara bekas yang telah dikeluarkan, dicampur dengan oksigen segar. Terapi oksigen dimana pasien menghirup hanya oksigen segar dari tabung oksigen, tanpa campuran udara bekas.
Masker Menggunakan masker rebreathing. Menggunakan masker non rebreathing.
Komponen Memiliki resorvoir untuk menyimpan udara bekas. Tidak memiliki resorvoir.
Gas yang Digunakan Mencampur udara bekas dengan oksigen segar. Memakai tabung oksigen dan tidak mencampur dengan udara bekas.
Keuntungan Lebih mudah menghentikan aliran udara ke pasien jika dibutuhkan. Memberikan oksigen segar secara konsisten.
Kerugian Pasien dapat menimbun karbon dioksida jika aliran udara terlalu lambat. Sulit untuk menghentikan aliran udara ke pasien.

Untuk lebih memahami perbedaan di antara kedua teknik tersebut, mari kita bahas lebih detail.

Rebreathing

Rebreathing adalah teknik terapi oksigen dimana pasien menghirup kembali udara bekas yang telah dikeluarkan, dicampur dengan oksigen segar. Teknik ini biasa digunakan dalam situasi darurat ketika kebutuhan akan oksigen lebih tinggi dari pasokan oksigen yang tersedia. Namun, terdapat kekurangan dari teknik ini karena udara bekas yang digunakan dapat membuat pasien menimbun karbon dioksida di dalam tubuhnya. Itu sebabnya, teknik ini tidak selalu direkomendasikan kecuali dalam situasi darurat.

Non Rebreathing

Non rebreathing adalah teknik terapi oksigen dimana pasien menghirup hanya oksigen segar dari tabung oksigen, tanpa campuran udara bekas. Teknik ini dirancang untuk memberikan oksigen segar secara konsisten ke pasien tanpa risiko menimbun karbon dioksida di dalam tubuhnya. Namun, aliran udara yang terus berlanjut dalam teknik ini dapat membuat pasien menjadi tidak nyaman, dan hal itu menjadi kekurangan dari teknik ini.

Kelebihan dan Kekurangan Rebreathing dan Non Rebreathing

Kelebihan Rebreathing

Rebreathing memiliki beberapa kelebihan yang membuat teknik ini masih digunakan pada situasi darurat tertentu:

1. Pasien yang membutuhkan terapi oksigen dalam jumlah tinggi dapat diatasi dengan kebanyakan memberikan pasien oksigen segar dari satu tabung oksigen saja.

2. Selama situasi darurat, pasien dapat segera terhubung dengan alat penyedia oksigen karena teknik ini relatif mudah dipasang dan dapat digunakan.

3. Bagi sebagian orang, udara yang dimasukkan ke dalam masker rebreathing dapat membantu mengatur frekuensi nafas dan meningkatkan tingkat oksigen dalam darah.

Kekurangan Rebreathing

Rebreathing memiliki beberapa kekurangan yang dapat membuat situasi pasien lebih buruk:

1. Udara bekas yang terdapat pada teknik ini dapat membuat pasien menimbun karbon dioksida dan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, kebingungan, dan iritasi.

2. Pasien dapat menimbun karbon dioksida jika aliran udara terlalu lambat, sehingga dapat menyebabkan hipoksemia atau kekurangan oksigen dalam darah.

3. Teknik ini memerlukan monitor yang cermat dan pengawasan ketat karena membutuhkan penyesuaian dengan kondisi pasien dan kecepatan aliran udara.

Kelebihan Non Rebreathing

Non rebreathing memiliki beberapa kelebihan yang membuat teknik ini lebih disukai dalam situasi tertentu:

1. Teknik ini memberikan oksigen segar secara konsisten ke pasien tanpa risiko menimbun karbon dioksida di dalam tubuhnya.

2. Teknik ini lebih disukai pada pasien dengan penyakit pernapasan tertentu yang memerlukan aliran oksigen yang konsisten untuk menunjang pernafasan.

3. Teknik ini mempunyai desain yang mudah digunakan dan tidak memerlukan alat tambahan seperti resorvoir untuk menyimpan udara bekas.

Kekurangan Non Rebreathing

Non rebreathing juga mempunyai beberapa kekurangan sebagai berikut:

1. Aliran udara yang terus berlanjut dapat membuat pasien menjadi tidak nyaman.

2. Teknik ini relatif sulit untuk dihentikan jika pasien memerlukan aliran udara berhenti sejenak.

3. Teknik ini membutuhkan banyak tabung oksigen untuk pasien dengan kebutuhan oksigen yang tinggi, sehingga dapat menjadi kurang efisien dalam situasi tertentu.

FAQ tentang Rebreathing dan Non Rebreathing

1. Apa itu rebreathing?

Rebreathing adalah teknik terapi oksigen dimana pasien menghirup kembali udara bekas yang telah dikeluarkan, dicampur dengan oksigen segar.

2. Apa itu non rebreathing?

Non rebreathing adalah teknik terapi oksigen dimana pasien menghirup hanya oksigen segar dari tabung oksigen, tanpa campuran udara bekas.

3. Apa keuntungan rebreathing?

Beberapa keuntungan rebreathing antara lain dapat memberikan oksigen segar dalam jumlah tinggi untuk pasien, teknik ini mudah dipasang dan digunakan selama situasi darurat, serta udara yang dimasukkan dapat membantu mengatur frekuensi nafas dan meningkatkan tingkat oksigen dalam darah.

4. Apa kekurangan rebreathing?

Beberapa kekurangan rebreathing antara lain dapat menyebabkan pasien menimbun karbon dioksida dan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, kebingungan, dan iritasi, pasien dapat menimbun karbon dioksida jika aliran udara terlalu lambat, serta teknik ini memerlukan monitor yang cermat dan pengawasan ketat karena membutuhkan penyesuaian dengan kondisi pasien dan kecepatan aliran udara.

5. Apa keuntungan non rebreathing?

Beberapa keuntungan non rebreathing antara lain teknik ini memberikan oksigen segar secara konsisten ke pasien tanpa risiko menimbun karbon dioksida di dalam tubuhnya, teknik ini lebih disukai pada pasien dengan penyakit pernapasan tertentu yang memerlukan aliran oksigen yang konsisten untuk menunjang pernafasan, serta teknik ini mempunyai desain yang mudah digunakan dan tidak memerlukan alat tambahan seperti resorvoir untuk menyimpan udara bekas.

6. Apa kekurangan non rebreathing?

Beberapa kekurangan non rebreathing antara lain aliran udara yang terus berlanjut dapat membuat pasien menjadi tidak nyaman, teknik ini relatif sulit untuk dihentikan jika pasien memerlukan aliran udara berhenti sejenak, serta teknik ini membutuhkan banyak tabung oksigen untuk pasien dengan kebutuhan oksigen yang tinggi, sehingga dapat menjadi kurang efisien dalam situasi tertentu.

7. Kapan rebreathing digunakan?

Rebreathing digunakan dalam situasi darurat ketika pasien membutuhkan terapi oksigen dalam jumlah tinggi yang tidak dapat disediakan oleh tabung oksigen biasa.

8. Kapan non rebreathing digunakan?

Non rebreathing digunakan pada pasien dengan penyakit pernapasan tertentu yang memerlukan aliran oksigen yang konsisten untuk menunjang pernafasan.

9. Apa risiko dari rebreathing?

Risiko dari rebreathing adalah dapat membuat pasien menimbun karbon dioksida dan dapat menyebabkan efek samping seperti sakit kepala, kebingungan, dan iritasi.

10. Apakah non rebreathing lebih aman dari rebreathing?

Non rebreathing lebih aman dalam hal menimbun karbon dioksida di dalam tubuh pasien, namun memiliki kekurangan lain seperti aliran udara yang terus berlanjut dapat membuat pasien menjadi tidak nyaman.

11. Bagaimana menentukan teknik mana yang harus digunakan pada pasien?

Teknik yang digunakan pada pasien harus ditentukan berdasarkan kondisi pasien dan kebutuhan oksigen yang dibutuhkan.

12. Apa saja alat yang diperlukan untuk rebreathing dan non rebreathing?

Alat yang diperlukan untuk rebreathing adalah masker rebreathing, tabung oksigen, dan resorvoir. Alat yang diperlukan untuk non rebreathing adalah masker non rebreathing dan tabung oksigen.

13. Apakah teknik terapi oksigen lainnya yang tersedia selain rebreathing dan non rebreathing?

Teknik terapi oksigen lainnya yang tersedia selain rebreathing dan non rebreathing adalah continuous positive airway pressure (CPAP) dan bilevel positive airway pressure (BiPAP).

Kesimpulan

Dalam dunia medis, teknik terapi oksigen seperti rebreathing dan non rebreathing mempunyai peranan penting dalam membantu pasien dengan masalah pernafasan seperti pasien COVID-19. Keduanya mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing sehingga pemilihan teknik tergantung pada kondisi pasien dan kebutuhan oksigen yang dibutuhkan. Informasi lengkap tentang perbedaan di antara kedua teknik tersebut dapat dilihat pada tabel di atas. Penting bagi pasien dan tenaga medis untuk memahami perbedaan di antara kedua teknik terapi oksigen ini agar dapat memilih teknik yang paling sesuai dan aman untuk pasien.

Disclaimer

Artikel ini ditulis sebagai panduan untuk meningkatkan pemahaman tentang perbedaan rebreathing dan non rebreathing dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti saran medis profesional. Pastikan untuk berkonsultasi dengan dokter atau tenaga medis profesional sebelum melakukan pengobatan atau terapi oksigen.